Pelatihan Penanaman Mangrove Dengan Metode Klaster Bagi Kelompok Peduli Mangrove (KPM) Sekat Bakau di Desa Buruk Bakul.

Salah satu kelompok masyarakat yang menaruh perhatian untuk melakukan upaya konservasi hutan mangrove yaitu Kelompok Peduli Mangrove (KPM) Sekat Bakau di Desa Buruk Bakul Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, dibentuk sejak tahun 2019 dengan ketua bernama Khaidir, SPi, MSi, untuk kegiatan pembibitan dan penanaman mangrove. Hutan mangrove telah dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Buruk Bakul sebagai sumber mata pencaharian guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, dampak abrasi, kegiatan perambahan hutan mangrove, alih fungsi lahan dan berbagai aktivitas antropogenik menyebabkan keberadaan hutan mangrove mengalami kerusakan.

Tim penyuluh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau  yaitu Prof. Dr. Ir. Rifardi, MSc (ketua tim) dengan anggota tim yaitu Prof. Dr. Mubarak, MSi; Dr. Dessy Yoswaty, SPi, MSi; Dr. Ir. Efriyeldi, MSi dan Ir. Elizal, MSc memberikan pelatihan dan praktek tentang penanaman mangrove berdasarkan metode klaster untuk upaya konservasi hutan mangrove di Desa Buruk Bakul. Kegiatan pelatihan berlangsung pada tanggal 19-21 Mei 2023 di Kantor Desa Buruk Bakul.

   

Penanaman mangrove dengan pola tanam klaster dengan cara membuat jarak antar anakan mangrove rapat (0.2-0.5 meter), sehingga bibit mangrove lebih kuat menghadapai arus laut. Teknik penanaman klaster (bergerombol) yaitu satu lubang ditanama lima bibit mangrove. Lubang tanam dibuat sedalam 40 cm dengan jarak tanam 1-2 meter (Kusdiharta, 2020; Jati dan Pribadi, 2017).  Kepala Desa Buruk Bakul yaitu Drs. Sunario menyambut baik kegiatan pelatihan penanaman mangrove dengan metode klaster untuk mewujudkan upaya konservasi hutan mangrove yang berkelanjutan (Dy).